Selasa, 02 Agustus 2022, suasana kantor Sinode di area Pusat Pelayanan GMIH terasa lebih meriah dari biasanya. Hal ini berkenaan dengan ramah tamah pelepasan lima mahasiswa STT Intim yang melaksanakan Praktek Jemaat di GMIH. Dalam acara yang berlangsung penuh keakraban itu, Pdt. Amos Puasa, M.Th sebagai ketua BPHS GMIH mengapresiasi kesediaan STT Intim untuk melaksanakan program Praktek Jemaat di GMIH. “Kita harus memelihara tradisi yang baik ini. Kerja sama semacam ini penting bagi kedua lembaga,bagi GMIH dan STT INTIM”.
Dalam kesempatan itu juga, Infokom berkesempatan bercakap dengan beberapa mahasiswa praktek. Indridita Felipsyani Amin, yang melaksanakan praktek di jemaat Yerusalem Pitu-Linaino begitu terkesan dengan sambutan Sinode yang menurutnya “sangat sempurna”. Demikian juga dengan sambutan warga jemaat Yerusalem dimana ia merasa diperlakukan layaknya sebagai seorang anak kandung, bukan sebagai mahasiswa tamu yang melaksanakan praktek di jemaat. “Saya disambut penuh sukacita, dan dilepas dengan upacara adat Tobelo”.
Kesan yang sama dirasakan oleh Santi Banne Aruan yang melaksanakan praktek di jemaat Bait El Dokulamo. Selain keramahan warga jemaat, ia juga memuji alam pulau Halmahera yang menurutnya sangat menarik. “Disini banyak tempat wisata yang indah”. Santi yang memiliki hobi menari, tentu saja sangat menyukai tradisi “barongge” yang sangat menambah sukacita dalam pelayanan. Selain itu, ia mengapresiasi warga jemaat Bait El Dokulamo yang menurutnya memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik, sehingga memberi nuansa pengalaman dan pengetahuan yang baru.
Saat dimintai sarannya bagi peningkatan pelayanan di GMIH, Indridita menilai perlunya GMIH membuat katekisasi pra-nikah selama enam bulan bagi pasangan yang akan melaksanakan pernikahan. Sementara Santi lebih melihat persoalan di jemaat lokasi praktek. “jemaat Bait El perlu mempererat persekutuan di antara pemuda di jemaat sehingga pemuda lebih aktif lagi dalam peribadahan”.