Kaum Bapak GMIH bergiat dalam mewlaksanakan visi dan misi GMIH untuk mewujudkan kasih dalam hidup bersama Allah, sesama dan alam semesta dengan menyerahkan bantuan 4 karung pakaian layak pakai bagi masyarakat terasing di wilayah Wasile, Halmahera Timur. Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari gerakan “MENYENTUH YANG TIDAK TERSENTUH”, gerakan Sinodal yang direkomendasikan dalam SST Buho-Buho, ditujukan untuk menjangkau komunitas adat Suku Togutil, yaitu masyarakat yang selama ini masih mempertahankan pola hidup nomaden di hutan-hutan pulau Halmahera dan masih termarjinalkan secara sosial dan ekonomi.
“Kaum Bapak berusaha hadir dengan pola pelayanan yang menyentuh secara langsung bagi jemaat-jemaat yang membutuhkan. Karena itu, dalam surat untuk RAKERTA II kemarin, kami meminta peserta HIRONO untuk membawa (sumbangan) pakaian layak pakai”, ungkap Ketua Bidang Kaum Bapak GMIH, Pdt. Gabriel Totononu, S.Th dalam percakapan dengan Biro Infokom. Selain untuk kegiatan menyentuh suku Togutil, sebagian sumbangan pakaian juga sudah diserahkan untuk warga jemaat Kalvari MKCM yang mengalami musibah kebakaran di desa Gura, bersamaan dengan sejumlah uang tunai yang disumbangkan oleh peserta Rakerta/Hirono dalam aksi lima menit pada saat pembukaan RAKERTA di jemaat Kristus Itu Raja Pitu tanggal 30 Oktober kemarin.
Bantuan pakaian layak pakai untuk masyarakat suku Togutil dibawa langsung oleh ketua Bidang Kaum Bapak GMIH diserta Wakil Ketua IV BPHS GMIH Bpk. Pnt. Piet Hein Ewi, Ketua Pusat Pembinaan Warga Gereja Pdt. Lewian Sambaimana, M.Teol dan ketua Bidang Kaum Ibu Sinode Pdt. Rodiane Herana, S.Th pada tanggal 31 Oktober 2023 malam. Penyerahan bantuan akan dilaksanakan setibanya di lokasi melalui kerja sama dengan jemaat Jara-Jara dan Pumlanga yang akan mengantar rombongan Sinode ke lokasi pemukiman warga suku Togutil.
Pdt. Totononu, S.Th menjelaskan, pakaian layak pakai yang dikumpulkan cukup banyak, dan sebagian akan diserahkan ke Bidang Pemuda yang direncanakan akan mengunjungi jemaat Labi-Labi dan sekaligus menyerahkan bantuan bagi warga suku Togutil di wilayah tersebut. “Jadi, bantuan ini akan diserahkan secara bertahap. Selain yang sudah diserahkan ke suku Togutil di wilayah Wasile, sebagian akan diserahkan ke Bidang Pemuda yang akan mengunjungi wilayah Buli. Ini merupakan bentuk kerja sama yang baik di antara Bidang-Bidang di tingkat Sinode. Baik Bidang Kaum Bapak, Bidang Kaum Ibu dan juga Bidang Pemuda”.
Pdt. Totononu menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat. “Kita tahu ini sudah menjelang Natal, dan kami berharap dengan bantuan ini mereka tidak perlu membelanjakan terlalu banyak uang untuk keperluan merayakan Natal nanti”
(Ed)